Mengenal Kaos Lebih Jauh

bahan katun
BAHAN KATUN COMBED
May 6, 2018
Jump Put Distro Produsen Kaos Surabaya
Kain Tetteron Cotton
June 26, 2018

Kaos merupakan jenis pakaian yang menutupi sebagian lengan, seluruh dada, bahu, dan perut. Kaos sendiri normalnya tidak memiliki kancing, kerah, maupun saku, berlengan pendek dan memiliki leher bundar namun hal itu tidak terikat, tren yang terjadi menyebabkan beberapa produsen kaos terkadang menambahkan saku sebagai aksen atau menggunakan lengan panjang juga menggunakan leher lancip atau lebih di kenal dengan sebutan V-Neck.

       kaos V-Neck

Desain dan motif kaos selalu burubah – ubah dan berkembang sangat pesat hal ini dikarenakan fleksibelitas kaos yang cocok dikenakan anak – anak, remaja, dewasa, hingga orang tua akibatnya pangsa pasar kaos meluas dan tidak terbatas gender.

Kaos pertama kali dikenakan oleh tentara inggris pada abad ke-19 sebagai pakaian sampingan sebagai pengganti baju seragam ketika tidak sedang bertugas atau dikenakan ketika dalam cuaca yang panas, pada masa itu kaos dikenal dengan sebutan training shirt pada masa itu kaos hanya memiliki warna putih, tanpa variasi leher dan tanpa ukuran yang spesifik.

Kaos menjadi poluper setelah dikenakan oleh Marlon Brando pada tahun 1947 ketika ia sedang memainkan pentas teater, ketika itu kaos yang dipakainya sangat melekat erat dengan karakter yang diperankannya sehingga menyebabkan tren bagi penikmatnya, namun juga terjadi polemik dimana mengenakan kaos sebagai pakaian primer sangat tidak sopan sehingga pada tahun 1961 sebuah kelompok yang bernama Underware Institute menuntut agar kaos diakui sebagai pakaian primer yang dikenakan diluar.

Pada tahun 1961 pula terjadi demam kaos dimana Aktor James Dean mengenakan kaos dalam film Rebel Without a Cause membuat eksistensi kaos semakin melekat dalam kehidupan. Pada masa ini para penggiat bisnis menyadari bahwa kaos dapat dijadikan media promosi yang sangat efektif dan efisien, disaat yang bersamaan organisasi politik, komunitas punk, dan kelompok lainnya juga menggunakan kaos sebagai media propaganda yang sempurna karena terdapat statemen yang dapat dicetak diatasnya.

Kaos menjadi sarat akan identitas pemakainya, perusahaan, musisi, artist, dan siapapun itu dengan mudah menggunakan kaos sebagai alat untuk menunjukan siapa dirinya selain itu, kaos juga digunakan sebagai media desainer dan seniman menuangkan ide dan kreatifitas, di Indonesia sendiri kaos dibawa oleh Belanda namun ketika itu kaos masih menjadi barang mahal karena industri tekstil yang belum maju hingga pada tahun 1970an industri kaos mulai berkembang di Indonesia meski ketika itu hanya ada kaos katun tipis berwana abu-abu dan putih dan hanya tersedia untuk pria. (RED, dari berbagai sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *